Cara Siasati Penghasilan 5 juta tapi bisa liburan ke luar negeri

Kasus traveler jalan-jalan ke luar negeri hasil ngutang memang bikin berang. Bagaimana tidak, traveler bernama Sisspai ini berhutang dengan mudahnya dan hilang ketika ditagih hutangnya. Dan setelah ditelusuri pun, ada banyak sekali korbannya dengan nominal hutang ratusan juta totalnya. Gilanya lagi, uang hasil ngutang tersebut dipakai buat gaya hidup mewahnya, jalan-jalan ke luar negeri dengan aneka barang branded ala sosialita nge-hits.

Hal ini sebenarnya tak perlu terjadi jika Sisspai tahu cara mengelola keuangan. Mengatur keseimbangan antara penghasilan dan pengeluaran bulanan memang sejatinya tidak mudah. Namun itu hal yang wajib kamu lakukan agar keuanganmu aman. Jangan sampai, hanya karena tak mampu mengatur keuangan, maka dicari solusi berhutang. Terus hutang menumpuk, kabur entah ke mana.

Miliarder asal Hongkong, Li Ka Shing akan membantumu dalam mengatur keuangan bulanan kamu. Caranya, penghasilanmu sebesar Rp 5 juta harus dibagi menjadi 5 bagian. Berapa anggaran untuk liburan? berikut pembagiannya:

1. 30% biaya hidup

Kebutuhan hidup merupakan kebutuhan primer yang harus pertama kali disiapkan alokasinya. Biaya hidup meliputi uang makan, transportasi dan tempat tinggal. Jangan lupa biaya bulanan seperti listrik maupun jajan.

Aturlah agar alokasi 30% cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam sebulan. Untuk itulah kamu perlu hidup sederhana, nggak banyak gaya. Makannya masak sendiri, perbanyak sayur dan buah. Untuk tempat tinggal carilah kosan murah, atau bisa patungan dengan teman kamu. Sementara untuk transportasi gunakanlah angkutan umum, bersepeda dan jalan kaki.


2. 20% biaya jaringan

Jaringan dan pertemanan adalah salah satu kunci sukses pengusaha dan orang-orang besar di luar sana. Maka dari itu, alokasi untuk membangun jaringan tentu hal yang harus diprioritaskan. Alokasi sosial dan pertemanan ini bisa mencakup biaya pulsa, kuota data untuk menjalin komunikasi di media sosial, maupun menraktir teman untuk makan malam.

Tapi ya nggak semua temanmu harus ditraktir kan, mesti pilih-pilih juga. Selain itu, kalau di Indonesia juga mesti ada biaya untuk menyumbang nikahan atau menyumbang bagi teman yang sakit atau kena musibah. Dalam agama juga mengajurkan bahwa semakin banyak sedekah membuka pintu rezeki.

3. 15% biaya pendidikan

Nah, terkadang masalah yang sering dialami oleh orang yang sudah bekerja adalah enggan untuk belajar bidang lain. Misal belajar bahasa Inggris, kursus memasak, seminar, training, maupun membeli buku.

Mencari ilmu adalah tugas yang harus selalu dilakukan manusia sedari dia masih hidup. Ilmu apapun. Untuk itu, biaya pendidikan ini harus dialokasikan agar kompetensimu makin berkembang di kemudian hari.

4. 10% dana liburan

Buat yang mengikuti kasus Sisspai tentu ada pelajaran penting yang bisa diambil. Janganlah menjadi BPJS atau Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita. Uang nggak ada tapi ngotot liburan hedon, nonton Coldplay, ke Korea lah, pakai duit hutang.

Sayang banget kan duit hutang buat konsumsi kebutuhan tersier seperti traveling. Untuk itu penting sekali mengalokasikan dana liburan setiap bulannya. Setahun bisa lah 2 kali traveling dengan biaya sendiri. Satu kali di dalam negeri, satu kali di luar negeri.

5. 25 % investasi

Bagi kaum muda milenial yang hobi foya-foya, keputusan tentangalokasi dana investasi ini pastilah tidak menarik. Padahal harus diakui bahwa minimnya investasi lah yang mengakibatkan banyak anak muda yang terjerat hutang untuk sesuatu yang bersifat konsumtif.

Investasi ini ada beberapa macam, bisa tabungan, beli emas, beli ternak, ikut program investasi di perbankan, termasuk pula saham. Yang jelas berinvestasilah sesuai kemampuan dan kebutuhan kamu. Kurangilah duit tertidur di bank. Putarkan uangmu dan nikmati hasilnya kelak di kemudian hari.

Comments

Popular Posts